Pulsa

Agen Pulsa

New Reseller

Cara pendaftaran anggota baru

  • Menyediakan uang awal setoran anggota reseller minimal sebesar Rp. 50.000,-
  • Setiap anggota reseller mendapatkan 1 brosur daftar harga agen yang terupdate
  • Memberikan nomor handphone untuk di daftarkan menjadi reseller dan mengisikan data-data  keanggotaan via SMS, Yahoo Messenger atau Google Talk.

Cara transaksi kepada pelanggan oleh Reseller :

  1. Pertama, pelanggan memesan pulsa yang diinginkan via lisan maupun tulisan
  2. Lalu, Reseller langsung memproses pesanan pelanggan dengan mengirimkan sms ke SMS CENTER AGEN yang terdapat pada brosur, dengan format : nominal.notujuan.pin (untuk pulsa SMS Indosat contoh ketik : I5S.notujuan.pin)
  3. Dan jika terdapat masalah pada transaksi, maka ketik : Help.isi complain dan kirim ke SMS CENTER
  4. Setelah itu Reseller menerima balasan dari SMS SENDER yang berisi apakah transaksi yang dikirim tersedia, habis atau sedang gangguan.
  5. Dan ucapkan Alhamdulillah

Daftar Harga Agen Pulsa

Kartu Kode Harga

STARONE

ST100

98,650

ST50

49,450

ST25

24,950

ST10

10,200

ST5

5,200

ST2

2,150

TELKOMSEL

TJ100

97,300

S100

97,300

TN100

97,950

TJ50

49,300

S50

49,300

TN50

49,750

S25

25,650

TN25

25,650

TJ25

25,650

S20

20,000

TN20

20,150

TJ20

20,000

TJ10

10,200

S10

10,200

TN10

10,300

TJ5

5,200

S5

5,200

TN5

5,350

ISAT

I100

98,650

I50

49,450

IS25

24,900

IG25

24,900

I25

24,900

I10

10,175

IS10

10,175

IG10

10,175

I10

10,250

I5

5,175

IS5

5,175

IG5

5,175

I5

5,225

I2

2,150

XL

XR100

100,050

XN100

100,550

XN50

50,550

XR50

50,050

XR25

25,050

XN25

25,550

XN10

10,300

XR10

10,250

XR5

5,350

XN5

5,350

XR1

1,200

FREN

FR100

97,550

FR50

48,750

FR25

24,500

FR20

19,650

FR10

9,850

FR5

5,000

THREE

T100

96,550

T50

48,400

T30

29,050

T20

19,450

T10

9,850

T5

5,000

T4

4,000

T3

3,050

T2

2,050

T1

1,100

AXIS

AX100

93,050

AX50

46,550

AX30

28,050

AX25

23,450

AX20

18,650

AX10

9,400

AX5

4,725

AX4

3,950

AX3

3,000

AX2

2,100

AX1

1,100

ESIA

E100

99,550

E50

50,050

E25

25,050

EN25

25,000

EN20

20,050

E20

20,050

E15

15,050

E13

13,150

E11

11,050

E10

10,150

EN10

10,150

E5

5,200

EN5

5,250

E1

1,150

FLEXI

FN100

98,050

FS100

98,050

F100

96,050

FP100

98,050

FN50

49,050

FS50

49,050

F50

48,050

FP50

49,050

FN25

24,550

FS25

24,550

F25

24,050

FN20

19,650

FS20

19,650

F20

19,250

FP20

19,650

F10

9,650

FP10

9,850

FN10

9,850

FS10

9,850

F5

4,850

FP5

4,950

FN5

4,950

FS5

4,950

FN1

1,100

FS1

1,100

F1

1,100

SMART

SM100

98,300

SM50

48,750

SM20

19,650

SM10

9,900

SM5

5,000

PLN

V200

199,200

V150

149,200

V100

99,200

V75

74,200

V50

49,200

V40

39,200

V30

29,200

V25

24,200

History

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

Jaman Majapahit
Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.

Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.

Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.

Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.

Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.

Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.

Jaman Penyebaran Islam
Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.

Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.

Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.

Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.

Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.

Batik Solo dan Yogyakarta
Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, pleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan.

Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.

Sedangkan Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan raj any a Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah didesa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombonasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.

Akibat dari peperangan waktu zaman dahulu baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda dahulu, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap didaerah-daerah baru antara lain ke Banyumas, Pekalongan, dan kedaerah Timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainy a. Meluasny a daerah pembatikan ini sampai kedaerah-daerah itu menurut perkembangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu.

Perang Pangeran Diponegoro melawan Belanda, mendesak sang pangeran dan keluarganya serta para pengikutnya harus meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro mengembangkan batik.

Ke Timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkem-bang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.

Perkembangan Batik di Kota-kota lain
Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero setelah selesa-inya peperangan tahun 1830, mereka kebanyakan menet-ap didaerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewama dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning.

Lama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir abad ke-XIX berhubungan langsung dengan pembatik didaerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif dan wama khususnya dan sekarang dinamakan batik Banyumas. Setelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh Cina disamping mereka dagang bahan batik. .

Sama halnya dengan pembatikan di Pekalongan. Para pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitara daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-XIX. Perkembangan pembatikan didaerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo.

Meluasnya pembatikan keluar dari kraton setelah berakhirnya perang Diponegoro dan banyaknya keluarga kraton yang pindah kedaerah-daerah luar Yogya dan Solo karena tidak mau kejasama dengan pemerintah kolonial. Keluarga kraton itu membawa pengikut-pengikutnya kedaerah baru itu dan ditempat itu kerajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian.

Corak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya. Pekalongan khususnya dilihat dari proses dan designya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Sampai awal abad ke-XX proses pembatikan yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam negeri dan juga sebagian import. Setelah perang dunia kesatu baru dikenal pembikinan batik cap dan pemakaian obat-obat luar negeri buatan Jerman dan Inggris.

Pada awal abad ke-20 pertama kali dikenal di Pekajangan ialah pertenunan yang menghasilkan stagen dan benangnya dipintal sendiri secara sederhana. Beberapa tahun belakangan baru dikenal pembatikan yang dikerjakan oleh orang-orang yang bekerja disektor pertenunan ini. Pertumbuhan dan perkembangan pembatikan lebih pesat dari pertenunan stagen dan pernah buruh-buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto lari ke perusahaan-perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi dari pabrik gula.

Sedang pembatikan dikenal di Tegal akhir abad ke-XIX dan bahwa yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan: pace/mengkudu, nila, soga kayu dan kainnya tenunan sendiri. Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian meningkat menjadi warna merah-biru. Pasaran batik Tegal waktu itu sudah keluar daerah antara lain Jawa Barat dibawa sendiri oleh pengusaha-pengusaha secara jalan kaki dan mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di Tasik dan Ciamis disamping pendatang-pendatang lainnya dari kota-kota batik Jawa Tengah.

Pada awal abad ke-XX sudah dikenal mori import dan obat-obat import baru dikenal sesudah perang dunia kesatu. Pengusaha-pengusaha batik di Tegal kebanyakan lemah dalam permodalan dan bahan baku didapat dari Pekalongan dan dengan kredit dan batiknya dijual pada Cina yang memberikan kredit bahan baku tersebut. Waktu krisis ekonomi pembatik-pembatik Tegal ikut lesu dan baru giat kembali sekitar tahun 1934 sampai permulaan perang dunia kedua. Waktu Jepang masuk kegiatan pembatikan mati lagi.

Demikian pila sejarah pembatikan di Purworejo bersamaan adanya dengan pembatikan di Kebumen yaitu berasal dari Yogyakarta sekitar abad ke-XI. Pekembangan kerajinan batik di Purworejo dibandingkan dengan di Kebumen lebih cepat di Kebumen. Produksinya sama pula dengan Yogya dan daerah Banyumas lainnya.

Sedangkan di daerah Bayat, Kecamatan Tembayat Kebumen-Klaten yang letaknya lebih kurang 21 Km sebelah Timur kota Klaten. Daerah Bayat ini adalah desa yang terletak dikaki gunung tetapi tanahnya gersang dan minus. Daerah ini termasuk lingkungan Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Klaten dan riwayat pembatikan disini sudah pasti erat hubungannya dengan sejarah kerajaan kraton Surakarta masa dahulu. Desa Bayat ini sekarang ada pertilasan yang dapat dikunjungi oleh penduduknya dalam waktu-waktu tertentu yaitu “makam Sunan Bayat” di atas gunung Jabarkat. Jadi pembatikan didesa Bayat ini sudah ada sejak zaman kerjaan dahulu. Pengusaha-pengusaha batik di Bayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di Solo.

Sementara pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-XIX yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam antara lain yang dikenal ialah: PenghuluNusjaf. Beliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan teng-abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-XX untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah: pohon-pohon, burung-burungan. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pace, kemudu dan nila tom.

Pemakaian obat-obat import di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia yang akhimya meninggalkan bahan-bahan bikinan sendiri, karena menghemat waktu. Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta. Daerah pembatikan di Kebumen ialah didesa: Watugarut, Tanurekso yang banyak dan ada beberapa desa lainnya.

Dilihat dengan peninggalan-peninggalan yang ada sekarang dan cerita-cerita yang turun-temurun dari terdahulu, maka diperkirakan didaerah Tasikmalaya batik dikenal sejak zaman “Tarumanagara” dimana peninggalan yang ada sekarang ialah banyaknya pohon tarum didapat disana yang berguna un-tuk pembuatan batik waktu itu. Desa peninggalan yang sekarang masih ada pembatikan dikerja-kan ialah: Wurug terkenal dengan batik kerajinannya, Sukapura, Mangunraja, Maronjaya dan Tasikmalaya kota.

Dahulu pusat dari pemerintahan dan keramaian yang terkenal ialah desa Sukapura, Indihiang yang terletak dipinggir kota Tasikmalaya sekarang. Kira-kira akhir abad ke-XVII dan awal abad ke-XVIII akibat dari peperangan antara kerajaan di Jawa Tengah, maka banyak dari penduduk daerah: Tegal, Pekalongan, Ba-nyumas dan Kudus yang merantau kedaerah Barat dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya. Sebagian besar dari mereka ini adalah pengusaha-pengusaha batik daerahnya dan menuju kearah Barat sambil berdagang batik. Dengan datangnya penduduk baru ini, dikenallah selanjutnya pembutan baik memakai soga yang asalnya dari Jawa Tengah. Produksi batik Tasikmalaya sekarang adalah campuran dari batik-batik asal Pekalongan, Tegal, Banyumas, Kudus yang beraneka pola dan warna.

Pembatikan dikenal di Ciamis sekitar abad ke-XIX setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Mereka ini merantau dengan keluargany a dan ditempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya. Sebagian dari mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon seperti: mengkudu, pohon tom, dan sebagainya.

Motif batik hasil Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan. Sampai awal-awal abad ke-XX pembatikan di Ciamis berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. Sedang di daerah Cirebon batik ada kaintannya dengan kerajaan yang ada di aerah ini, yaitu Kanoman, Kasepuahn dan Keprabonan. Sumber utama batik Cirebon, kasusnya sama seperti yang di Yogyakarta dan Solo. Batik muncul lingkungan kraton, dan dibawa keluar oleh abdi dalem yang bertempat tinggal di luar kraton. Raja-raja jaman dulu senang dengan lukisan-lukisan dan sebelum dikenal benang katun, lukisan itu ditempatkan pada daun lontar. Hal itu terjadi sekitar abad ke-XIII. Ini ada kaitannya dengan corak-corak batik di atas tenunan. Ciri khas batik Cirebonan sebagaian besar bermotifkan gambar yang lambang hutan dan margasatwa. Sedangkan adanya motif laut karena dipengaruhioleh alam pemikiran Cina, dimana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Sementra batik Cirebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh motif batik Yogya dan Solo.

Batik Remaja Solo KODE : ABG 1037

ABG-Batik-Solo-ABG1037

Ket :
  • Batik Remaja dengan model tangtop, rempel di bawah, bross batok, kerut di belakang.
  • Ukuran  Allsize (Panjang 68cm dan Lebar 46cm)
  • Bahan Batik : Katun
  • Motif Batik : Sekar Jagad.
  • Warna : Hijau.
  • Berat : 3ons
  • Product by : Trend Baju Batik Modern 2012

Batik Remaja Solo KODE : ABG 1056

ABG-Batik-Solo-ABG1056

Harga :  Rp.45.000.-/pcs

Ket :
  • Batik Remaja dengan kerah kemeja, aksen kancing batok di dada, ujung lengan kerut,dan kerut di bawah.
  • Ukuran  Allsize (Panjang 72cm dan Lebar 48cm)
  • Bahan Batik : Katun
  • Motif Batik : Bunga-bunga.
  • Warna : Kombinasi Hijau.
  • Berat : 3ons
  • Product by : Trend Baju Batik Modern 2012

Nama-Nama Pemeran Di Spongebob

Spongebob Squarepants
Pengisi suara: Tom Kenny


SpongeBob SquarePants, tokoh utama dalam kartun ini yang adalah seekor spons yang sebenarnya berbentuk spons mandi berwarna kuning ini adalah pribadi yang baik, mudah diajak berteman, dan optimistis. Spongebob tinggal di dalam rumah berbentuk nanas di laut, di Jalan Conch nomor 124, Bikini Bottom. Dia juga memelihara seekor siput yang bernama Gary. Pekerjaannya sehari-hari adalah koki di rumah makan Krusty Krab (dia sendiri pun mendapat penghargaan “Employee of the Month” (Pegawai Teladan Bulan Ini) 374 kali berturut–turut), yang terkenal dengan burgernya Krabby Patty. Dia juga bersekolah di Mrs. Puff Boating School, sekolah mengemudi Mrs. Puff.

Patrick Star
Pengisi suara : Bill Fagerbakke


Patrick Star adalah seekor bintang laut sahabat Spongebob. Walaupun sering kali tidak berkonsentrasi dalam percakapannya dan terjadi salah pengertian, Patrick adalah sahabat yang baik. Patrick tinggal bersebelahan dengan rumah nanas Spongebob dan rumahnya terletak di bawah batu.

Squidward Tentacles
Pengisi Suara: Rodger Bumpass


Squidward Tentacles adalah seekor gurita yang tinggal di dalam rumah moai, yang berada diantara rumah SpongeBob dan Patrick. Ia tidak senang dengan kedua tetangganya karena dianggap sering mengganggunya. Pekerjaan sehari-hari Squidward adalah menjadi kasir di rumah makan Krusty Krab. Tergolong pemalas. Suka bermain klarinet walaupun musik yang dilagukannya jelek. Ia sendiri menganggap dirinya seorang seniman hebat dan orang yang pintar. Memiliki seorang saingan bernama Squilliam Fancyson.

Mr. Krabs
Pengisi suara: Clancy Brown


Eugene H. Krabs adalah seekor kepiting pemilik restoran Krusty Krab yang terobsesi dengan uang. Gambaran umumnya adalah kepiting yang tamak dan pelit dan Spongebob seringkali menjadi korban ketamakannya.

Sandy Cheeks
Pengisi suara: Carolyn Lawrence


Sandy Cheeks (Sandy si Tupai) adalah seekor tupai atau bajing yang tinggal di dalam laut. Karena Sandy merupakan binatang darat, kesehariannya di Bikini Bottom mengharuskannya memakai baju astronot yang berisi udara pada helmnya sehingga ia bisa bernafas didalam laut. Sandy menyukai karate, dan senang aksi-aksi berbahaya. Sandy sendiri berasal dari Texas, namun kini bertempat tinggal di Bikini Bottom dan menjadi sahabat Spongebob. Tempat tinggalnya adalah sebuah kubah akuarium kedap air dan berisi udara. Ciri khas rumahnya adalah mempunyai pohon besar sebagai tempat tinggalnya. Spongebob dan Patrick bila berkunjung harus terus menerus memakai mangkuk penuh berisi air yang dipakai terbalik menutupi kepala mereka. Sandy sendiri bekerja sebagai ilmuwan di Treedome Corporation dengan bosnya yang monyet. Di suatu episode dia hampir meninggalkan Bikini Bottom karena percobaan yang dia buat dianggapnya selalu salah.

Sheldon Plankton
Pengisi suara: Doug Lawrence


Sheldon J. Plankton pemilik rumah makan Chum Bucket yang sepi pengunjung. Plankton percaya bahwa bila ia berhasil mencuri resep Kraby Patty maka rumah makannya akan laku keras. Jadi segala daya upaya ia kerahkan untuk mencuri resep dari rumah makan saingannya ini, namun upayanya ini tidak pernah berhasil dan mengakibatkan kesialan untuk dirinya akhirnya di episode ‘New Leaf’ dia mengganti restorannya dengan toko souvenir. Memiliki istri berwujud sebuah komputer bernama Karen.

Gary si Siput
Pengisi suara: Tom Kenny


Gary adalah seekor siput peliharaan Spongebob. Berbunyi seperti kucing dan memiliki sifat yang pendiam dan baik. Ia tidak suka mandi dan hanya saat akan dimandikanlah Gary membuat onar.

TOKOH-TOKOH YANG KADANG MUNCUL

Mrs. Poppy Puff (Mary Jo Catlett)

Seekor ikan gembung yang mempunyai dan mengajar Sekolah Mengemudi “Mrs. Puff Boating School”, dan sudah lelah mengajari Spongebob karena Spongebob terlalu ceroboh. Suaminya yaitu Mr.Puff, ditangkap nelayan dan dijadikan lampu, seperti pada episode “Krusty Love”.

Pearl Krabs (Lori Alan)

Adalah ikan paus remaja dan merupakan anak Mr. Krabs. Ia terobsesi menjadi pemandu sorak dan gemar bersenang-senang. Hobinya ini bertolak belakang dengan keinginan Mister Krab untuk menghemat uangnya.

Larry Lobster (Doug Lawrence)

Adalah crustacea yang sangat kuat. Dia menjadi penjaga pantai Goo Lagoon.

Mermaid Man (Ernest Borgnine)

Adalah seekor ikan duyung tua mantan pahlawan bertopeng di Bikini Bottom. Sekarang dia tinggal bersama Barnacleboy, rekannya, di rumah panti jompo Shady Shoals.

Barnacleboy (Tim Conway)

Rekan Mermaidman. Selalu dianggap anak kecil oleh Mermaidman.

Flying Dutchman (Brian Doyle-Murray)

Bajak laut hantu ini suka menakuti siapa saja tetapi pada episode “Ghost Host” dia menuruti perintah Spongebob yaitu menakuti orang selain Spongebob.

Karen Plankton (Jill Talley)

Istri (bahasa Inggris: WIFE yang adalah singkatan dari Wired Integrated Female Electroencephalograph) komputer Plankton yang bisa menirukan perasaan manusia. Dia membantu Plankton mencuri resep rahasia Krabby Patty.

Patchy the Pirate (Tom Kenny)

Bajak Laut yang terobsesi dengan Spongebob, dan muncul di beberapa episode seperti UGH dimana semuanya menjadi zaman batu, Patchy juga memilike seekor Beo bernama Potty.

Potty the Parrot (Stephen Hillenburg dan Paul Tibbitt)

Burung Beo milik Patchy yang sering mengganggu Patchy.

Harold SquarePants (Tom Kenny) dan Claire SquarePants (Sirena Irwin)

Orangtua Spongebob yang lebih menyerupai spons laut ketimbang Spongebob yang menyerupai spons dapur.

King Neptune (Jeffrey Tambor)

Raja lautan, yang tinggal di Atlantis, bersama putrinya Mindy, yang hanya muncul di SpongeBob SquarePants Movie.

Mama Krab

Ia adalah kepiting yang juga Ibunya Tuan Krabs.

Tokoh-tokoh Yang Jarang Muncul

Bubble Bass (Dee Bradley Baker)

Musuh abadi SpongeBob.

Flatz (Thomas F. Wilson)

Ikan gepeng yang merupakan teman lamanya Patrick dan teman satu sekolahnya Spongebob. Flatz sering mengancam SpongeBob di sekolah Mrs. Puff.

Grandma SquarePants (Marion Ross) dan Grandpa SquarePants (Tom Kenny)


Kakek-nenek Spongebob.

Sherm Squarepants

Paman Spongebob yang ingin agar Spongebob cepat kaya dan dia adalah ayahnya Stanley S. Squarepants.

Uncle Kevin Law
Paman Spongebob yang dulunya adalah seorang penegak hukum.

Stanley S. Squarepants

Sepupu Spongebob yang berkepala kotak dan mempunyai rambut dengan badan tinggi dan kurus, seperti manusia, dan mempunyai kebiasaan merusak barang apapun yang disentuhnya, bahkan menghancurkan Chum Bucket dalam suatu episode.

Blackjack Squarepants

Sepupu Spongebob yang ingin menghajar Spongebob.

Man Ray (John Rhys-Davies, Bob Joles) dan The Dirty Bubble (Charles Nelson Reilly, Tom Kenny)


Merupakan penjahat yang menjadi musuh Mermaidman dan Barnacleboy.

The Moth

Musuh Mermaidman yang berbentuk seperti lalat berotot.

Tattletale Strangler

Seorang kriminal di Bikini Bottom, yang senang mencekik.

The Chief

Orang yang memberi tugas pada Mermaidman pada episode Mermaidman and Barnacleboy V.

Master Udon

Orang yang jago karate dan tinggal di Karate Island (Pulau Karate).

Mystery the Sea Horse

Kuda laut yang dimiliki Spongebob, namun karena tidak bisa memeliharanya Spongebob melepaskannya, mempunyai kebiasaan memakan apa saja, termasuk Old Man Jenkins.

Old Man Jenkins

Orang tua yang dulunya tinggal di Krusty Krab sebelum menjadi restoran, dan sekarang tinggal di Rumah Jompo Shady Shoals.

Painty the Pirate (Patrick Pinney)

Lukisan kepala bajak laut yang bernyanyi lagu tema SpongeBob pada setiap awal acara.

Hupla Fish

Ikan kecil yang muncul pada episode Krusty Krab Training Video dan selalu berkata “HUPLA!”, karena dianggap mengganggu narrator akhirnya dia dilempar batu bata dan pingsan.

Leif Erickson

Seorang pelaut yang terkenal, tetapi wajahnya tidak pernah tampak.

Jim

Koki terkenal yang dulunya bekerja di Krusty Krab.

Nyonya Gristlepuss

Seorang wanita tua yang memimpin organisasi yang tidak menyukai kesenangan dan kegembiraan.

Tuan What Zit Tooya

Seorang pelanggan yang nama aslinya tidak pernah diketahui, ini hanya nama samarannya.

SpongeBuck

Leluhur Spongebob pada zaman Koboi.

Dead Eye

Leluhur Plankton pada zaman Koboi.

Torpedo Belly (Perut Torpedo)
Merupakan teman satu angkatannya Tuan Krab.

Ned and the Needle Fish

Merupakan sebuah band terkenal di Bikini Bottom.

The Birdband
Band favoritnya Potty.

Spongetron

Robot yang menyerupai Spongebob pada episode SB-129.

Kevin the Sea Cucumber

Mengaku sebagai pemimpin organisasi penangkap ubur-ubur terkenal, padahal tidak.

Snaily Siput Squidward

Dianggap Squidward paling hebat dan Squidward mengejek Gary keong kampungan di episode The Great Snail Race.

Rocky

Batu yang Patrick anggap siput yang akhirnya memenangkan lomba siput di episode The Great Snail Race.

Squilliam Fancyson (Dee Bradley Baker)

Musuh sekaligus teman SMA Squidward yang mempunyai grup musik.

Scooter (Carlos Alazraqui)

Ikan berwarna ungu yang menyukai selancar di pantai. Dia mati di episode Bubble Buddy, tetapi kembali muncul di episode selanjutnya.

SpongeCar

Nenek moyang SpongeBob di zaman purba.

Patar

Nenek moyang Patrick di zaman purba.

Squog

Nenek moyang Squidward di zaman purba.

Squidly

Nenek moyang Squidward di Bikini Bottomshire.

Ksatria Kegelapan

Nenek moyang Sandy di Bikini Bottonshire.

Raja Krabs

Nenek moyang Eugene H. Krabs di Bikini Bottomshire.

Putri Pearl

Nenek moyang Pearl di Bikini Bottomshire.

Planktonamor

Nenek moyang Sheldon J. Plankton di Bikini Bottomshire.

Jack Kahuna Laguna

Seorang peselancar yang tinggal di Teluk Kahmamoku, muncul pada episode The Big Wave.

Pechos Patrick

Rekan SpongeBuck yang juga leluhur Patrick di zaman koboi.

Cara Menebak Tanggal Lahir Seseorang!!!

Waw, judulnya saja sangat menegangkan, dapat menebak tanggal lahir seseorang. Apalagi untuk memamerkan kepada kekasih atau gebetan kita, pasti si doi langsung terkaget-kaget dan shock.

Jadi, peralatan yg dibutuhkan adalah ambulan untuk berjaga-jaga ketika si doi kena serangan jantung akibat sulap kita untuk menebak tanggal lahir seseorang, hehe. Tapi ini tidak wajib, yg wajib adalah menyediakan alat tulis, seperti batu bata, pasir, semen, dan cangkul,,loh!!! (Maaf karena saya ngetiknya terlalu cepat, jadi salah ketik, hehe…!!!)
Maksudnya cukup sediakan pulpen atau pensil dan kertas, jika tidak ada, maka harus ada (kalo gag ya gimana mau sulap, iya toh?!?!)

Let’s begin…

Pertama-tama, berdoalah supaya sulap kita berhasil dan tidak salah perhitungan, karna kalau salah kita harus siapkan helm atau topeng, supaya kita tidak malu.

Kedua, ajaklah si doi ke tempat yg sunyi dari kebisingan, karna kalau bising nanti suara kita takkan terdengar oleh si doi. Bener kan?!?!

Ketiga, lihatlah kesekeliling kita, apakah ada orang yg menyontek cara kita, karna itu sangat berbahaya, siapa tau si doi menyewa mata-mata untuk mencuri resep sulap kita.

Keempat, cium bau mulut kita, apakah sudah wangi apa belum, karena kita akan berhadapan langsung dengan si doi, jadi dari rumah harus rajin gosok gigi.

Kelima, lancarkan aksi kita.

Keenam, inilah caranya, PERHATIKAN!!!
kita suruh dia untuk menuliskan tanggal lahir yg akan kita tebak (tapi jangan diberitahu ke kita), lalu tanggal tersebut di kali 5, ditambah 6, dikali 4, ditambah 9, dikali 5, dan ditambah bulan lahirnya (contoh, januari = 1, februari = 2, maret = 3, dst…)
atau dalam penulisannya agar lebih mudah, ==> tanggal lahir x 5 + 6 x 4 + 9 x 5 + bulan lahir.

Nah, ini lah kunci rahasia dari perhitungan tersebut. Hasil dari perhitungan tadi di kurang 165, apapun hasilnya. Tapi pengurangan dengan angka 165 ini jangan sampai dia tahu, jadi kita harus buru-buru mengurangi jumlah tersebut dengan angka kunci tersebut (165)

Contoh.
Jika tanggal lahir yg dipakai adalah 9 Januari, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
9 x 5 + 6 x 4 + 9 x 5 + 1 = 1066
Lalu kita kurangkan dengan angka kunci, 1066 – 165 = 901.
Jadi 2 angka terakhir adalah bulannya 01, dan 2 atau 1 angka di depan adalah tanggal lahirnya 9.

Dan, ketujuh, adalah bersiap siap menerima mimik muka dari si doi, apakah dia terkagum kagum atau malah sedang tidur?!?! Jika si doi tidur, maka kita harus tau diri, berarti sulap kita yg gag bermutu atau tampang kita yg gag bermutu?!?!hehe…

Cukup sekian dari saya, ini hanya hiburan semata, jika ada kesamaan huruf maka kami meminta maaf, karena huruf yg saya kenal hanya dari A sampai Z,hehe…